Kamis, 08 November 2012

Obama Menang, Iran Tetap Musuh AS

Obama Menang, Iran Tetap Musuh AS

  Teheran: Kemenangan Barack Obama juga direspons oleh Iran sebagai negara yang selama ini menjadi musuh Amerika Serikat. Ketua Pengadilan Iran Ayatullah Sadeq Larijani menyatakan, dengannya terpilihnya Obama kembali sebagai presiden, hubungan Iran dengan AS tidak akan berubah, tetap menjadi musuh.

"Empat tahun lalu, Obama terpilih dengan konsep perubahan dan dia mengatakan akan mengulurkan tangannya untuk bekerja sama dengan Iran, namun justru ia bertindak sebaliknya, bahkan memberi sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Larijani, seperti dilansir AFP, Kamis (8/11).

Menurutnya, hubungan Iran dengan AS cukup rumit karena tekanan dan kejahatan yang selama ini dilakukan AS terhadap Iran. "Memulai kembali hubungan baru dalam semalam adalah hal yang tidak mungkin. Orang-orang Amerika tidak boleh berpikir bahwa mereka dapat memperoleh konsesi dari rakyat Iran dengan datang ke meja perundingan," tambahnya.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast mengatakan, sebenarnya ketidakpercayaan Iran terhadap AS bisa diruntuhkan apabila AS menghormati kehendak dan hak-hak rakyat Iran serta mengubah kebijakannya di masa lalu yang keliru.

Seperti diketahui, AS telah memutuskan hubungan dengan Iran sejak tiga dekade silam. Ketika itu, setelah pecahnya revolusi Islam Iran tahun 1979, mahasiswa Islam Iran menyerbu Kedutaan Besar AS di Teheran dan menyandera 52 diplomat AS selama lebih dari satu tahun. Sejak saat itulah hubungan Iran dan AS memanas, hingga Iran menjuluki Washington sebagai Setan Besar.(ADO)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Data diri

Foto saya
Grobogan, Jawa tengah, Indonesia
Facebook : Riyan Arsenal
free counters