Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad - france24.com
INILAH.COM, Jakarta - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad
meninggalkan Teheran menuju Indonesia, untuk menghadiri pertemuan
tahunan kelima Forum Demokrasi Bali 8-9 November ini. Apa maknanya?
Makna kehadiran Iran di Forum Demokrasi Bali adalah, untuk menunjukkan komitmen tinggi negara itu dalam memperkokoh demokrasi dan mewujudkan perdamaian dunia serta wilayah Timur Tengah.
Forum Demokrasi Bali diketuai bersama Presiden Indonesia dan Korea Selatan, masing-masing, Susilo Bambang Yudhoyono dan Lee Myung-bak, dan Perdana Menteri Australia Julia Gillard. Pertemuan tahunan kelima Forum Demokrasi Bali bertujuan mendorong kerja sama regional dan internasional dan mewujudkan perdamaian dan demokrasi melalui dialog.
Sejauh ini, Iran dan AS masih menghadapi ketegangan akibat program nuklir Teheran. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan Republik Islam Iran tak kan mundur dalam masalah nuklirnya. "Tak ada seorang pun di Iran yang mau mundur dari hak nuklir negara itu", kata Ahmadinejad.
Iran tetap dengan rencananya memperkaya uranium 20-persen. Ketika ditanya oleh wartawan Xinhua mengenai pengumuman Iran sebelumnya bahwa Republik Islam itu mungkin mempertimbangkan menghentikan produksi uranium yang diperkaya sampai 20-persen, Ahmadinejad mengatakan Iran telah menuntut negara lain menyediakan Teheran uranium yang diperkaya sampai 20-persen sebagai bahan bakar pembuatan obat.
Iran telah menegaskan, siap bertukar uranium 3,5-persen dengan uranium 20-persen. “Namun sejauh ini tak seorang pun menyediakan bahan bakar itu," kata Ahmadinejad baru-baru ini. "Kapan saja mereka menyediakan bahan bakar buat kami, kami tak perlu (memproduksi) bahan bakar mahal tersebut."
Pembicaraan Iran dengan kelompok P5+1, AS, Inggris, Prancis, China, Rusia dan Jerman-- ternyata gagal. Para pemuda Iran bertekad melakukan pengayaan (uranium) sampai kemurnian 60 persen untuk bahan bakar kapal selam dan kapal yang mengarungi lautan.
Melalui Forum Demokrasi Bali, Iran dan AS/Barat diharapkan bisa berdialog untuk menyelesaikan masalah nuklir untuk tujuan damai. Demokrasi memungkinkan kerangka dialog dan kerjasama, ketimbang konflik dan perang yang memakan biaya sangat mahal.
Namun itu terpulang pada AS/Barat dan Iran sendiri dalam mengatasi persoalan mereka. Indonesia dan Organisasi Konferensi Islam maupun Gerakan Non-Blok bersama Rusia, China dan negara lain, diharapkan bisa menjembatani peredaan ketegangan Teheran-Washington di masa kini dan masa depan. [mdr]
Makna kehadiran Iran di Forum Demokrasi Bali adalah, untuk menunjukkan komitmen tinggi negara itu dalam memperkokoh demokrasi dan mewujudkan perdamaian dunia serta wilayah Timur Tengah.
Forum Demokrasi Bali diketuai bersama Presiden Indonesia dan Korea Selatan, masing-masing, Susilo Bambang Yudhoyono dan Lee Myung-bak, dan Perdana Menteri Australia Julia Gillard. Pertemuan tahunan kelima Forum Demokrasi Bali bertujuan mendorong kerja sama regional dan internasional dan mewujudkan perdamaian dan demokrasi melalui dialog.
Sejauh ini, Iran dan AS masih menghadapi ketegangan akibat program nuklir Teheran. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan Republik Islam Iran tak kan mundur dalam masalah nuklirnya. "Tak ada seorang pun di Iran yang mau mundur dari hak nuklir negara itu", kata Ahmadinejad.
Iran tetap dengan rencananya memperkaya uranium 20-persen. Ketika ditanya oleh wartawan Xinhua mengenai pengumuman Iran sebelumnya bahwa Republik Islam itu mungkin mempertimbangkan menghentikan produksi uranium yang diperkaya sampai 20-persen, Ahmadinejad mengatakan Iran telah menuntut negara lain menyediakan Teheran uranium yang diperkaya sampai 20-persen sebagai bahan bakar pembuatan obat.
Iran telah menegaskan, siap bertukar uranium 3,5-persen dengan uranium 20-persen. “Namun sejauh ini tak seorang pun menyediakan bahan bakar itu," kata Ahmadinejad baru-baru ini. "Kapan saja mereka menyediakan bahan bakar buat kami, kami tak perlu (memproduksi) bahan bakar mahal tersebut."
Pembicaraan Iran dengan kelompok P5+1, AS, Inggris, Prancis, China, Rusia dan Jerman-- ternyata gagal. Para pemuda Iran bertekad melakukan pengayaan (uranium) sampai kemurnian 60 persen untuk bahan bakar kapal selam dan kapal yang mengarungi lautan.
Melalui Forum Demokrasi Bali, Iran dan AS/Barat diharapkan bisa berdialog untuk menyelesaikan masalah nuklir untuk tujuan damai. Demokrasi memungkinkan kerangka dialog dan kerjasama, ketimbang konflik dan perang yang memakan biaya sangat mahal.
Namun itu terpulang pada AS/Barat dan Iran sendiri dalam mengatasi persoalan mereka. Indonesia dan Organisasi Konferensi Islam maupun Gerakan Non-Blok bersama Rusia, China dan negara lain, diharapkan bisa menjembatani peredaan ketegangan Teheran-Washington di masa kini dan masa depan. [mdr]


Tidak ada komentar:
Posting Komentar