Foto : Hafiz Mohammad Saeed (telegraph)
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menolak
tawaran bantuan kemanusiaan dari pendiri kelompok Lashkar-e-Taiba (LeT)
di Pakistan. Pria yang diklaim menjadi dalang Teror Mumbai 2008 itu
sangat ingin mengulurkan tangan bagi korban Badai Sandy.
LeT saat tercantum dalam daftar organisasi teror di dunia. Pendiri LeT Hafiz Mohammad Saeed, juga menjadi buronan. AS pun siap memberikan USD10 juta atau sekira Rp96 (Rp9.608 per USD1) bagi siapapun yang bisa menangkap Saeed.
Saeed sebelumnya mengatakan, organisasinya siap menyediakan seorang relawan, dokter, makanan, dan perlengkapan apapun, bila Pemerintah AS mengizinkan. Mereka tidak memperdulikan permusuhannya dengan AS, karena sumbangan itu merupakan tugas dari umat Muslim.
"Kami sangat menghormati tradisi sosial Islam, yang selalu mendermakan bantuak ke pihak-pihak yang membutuhkan. Namun, hal ini (yang ditawarkan LeT) sama saja dengan serangan terhadap negara kita," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Mark Toner, seperti dikutip AFP, Kamis (1/11/2012).
Saeed sejauh ini menolak tuduhan-tuduhan terkait aksi teror yang dijatuhkan kepadanya. Pria itu sempat dimasukkan ke tahanan rumah, usai Teror Mumbai berlangsung, namun dibebaskan karena tidak ada bukti kuat keterlibatan Saeed dalam peristiwa berdarah itu.
Seperti diketahui, Badai Sandy memporak-porandakan Negeri Paman Sam sejak Senin lalu. Hingga saat ini jumlah korban tewas akibat Badai Sandy yang melanda pesisir timur AS, mencapai 50 orang. Jumlah korban dalam insiden ini dikhawatirkan bisa bertambah.
New Jersey, New York, merupakan wilayah yang terparah dihantam badai ini. Connecticut juga menderita kondisi yang sama. Pemerintahan Presiden Barack Obama pun menyatakan status darurat di wilayah tersebut agar mempermudah pemberian bantuan kepada korban badai.(AUL)
LeT saat tercantum dalam daftar organisasi teror di dunia. Pendiri LeT Hafiz Mohammad Saeed, juga menjadi buronan. AS pun siap memberikan USD10 juta atau sekira Rp96 (Rp9.608 per USD1) bagi siapapun yang bisa menangkap Saeed.
Saeed sebelumnya mengatakan, organisasinya siap menyediakan seorang relawan, dokter, makanan, dan perlengkapan apapun, bila Pemerintah AS mengizinkan. Mereka tidak memperdulikan permusuhannya dengan AS, karena sumbangan itu merupakan tugas dari umat Muslim.
"Kami sangat menghormati tradisi sosial Islam, yang selalu mendermakan bantuak ke pihak-pihak yang membutuhkan. Namun, hal ini (yang ditawarkan LeT) sama saja dengan serangan terhadap negara kita," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Mark Toner, seperti dikutip AFP, Kamis (1/11/2012).
Saeed sejauh ini menolak tuduhan-tuduhan terkait aksi teror yang dijatuhkan kepadanya. Pria itu sempat dimasukkan ke tahanan rumah, usai Teror Mumbai berlangsung, namun dibebaskan karena tidak ada bukti kuat keterlibatan Saeed dalam peristiwa berdarah itu.
Seperti diketahui, Badai Sandy memporak-porandakan Negeri Paman Sam sejak Senin lalu. Hingga saat ini jumlah korban tewas akibat Badai Sandy yang melanda pesisir timur AS, mencapai 50 orang. Jumlah korban dalam insiden ini dikhawatirkan bisa bertambah.
New Jersey, New York, merupakan wilayah yang terparah dihantam badai ini. Connecticut juga menderita kondisi yang sama. Pemerintahan Presiden Barack Obama pun menyatakan status darurat di wilayah tersebut agar mempermudah pemberian bantuan kepada korban badai.(AUL)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar